DARAH PERAWAN RAKYAT INDONESIA

Puing-puing kepercayaan bak darah perawan
yang jatuh berceceran.
Bersimpuh dengan peluh serta lendir kenikmatan
yang kini usai.
Tuntutan demi tuntutan pun berdatangan,
menuntut pertanggungjawaban atas perbuatannya barusan.

Sisa-sisa kepercayaan kita kian menghilang.
Layaknya rasa perih liang perawan yang
kini pun telah hilang.
Dari dalam tersimpan sebuah gumpalan yang
menghancurkan masa depan,
masa depan yang rusak oleh keserakahan dan
kemunafikan.
Mereka kuat layaknya bajingan, dan rakyatnya
seperti wanita murahan yang mampu dibayar dengan uang.

jangan segan dan menjadi mata duitan.
Jika memberontak itu salah, biarlah kita salah.
Karena yang terlihat nyatanya mereka lebih salah.
Jangan takut tuk melawan bajingan-
bajingan itu harus menerima ganjaran.
Sebab mereka telah menghancurkan kepercayaan orang-
orang yang telah menaruh amanat yang harusnya dipegang
dan di laksanakan.




By Fan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar